Pemerintah Brasil menetapkan strategi nasional untuk memperluas tutupan pohon di kawasan perkotaan sebagai upaya menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kebijakan tersebut diumumkan melalui publikasi resmi di lembar negara pada Maret 2026 dan akan menjadi panduan jangka panjang hingga tahun 2045.
Ministry of Environment and Climate Change Brazil menetapkan Rencana Nasional Penghijauan Perkotaan (PlanAU) yang berfokus pada peningkatan ruang terbuka hijau, pengurangan efek pulau panas, serta penguatan ketahanan kota terhadap dampak iklim ekstrem.
Sekretaris Nasional Lingkungan Perkotaan, Sumber Daya Air, dan Kualitas Lingkungan, Adalberto Maluf, menyampaikan bahwa kebijakan ini memberikan arah konkret dalam menjawab tantangan iklim di wilayah urban.
“Dengan memperluas tutupan vegetasi di kota, kami tidak hanya meningkatkan keanekaragaman hayati, tetapi juga menciptakan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penduduk yang tinggal di lingkungan dengan akses minimal tiga pohon di sekitar tempat tinggalnya, dari 45,5 persen menjadi 65 persen. Selain itu, cakupan vegetasi di wilayah perkotaan ditargetkan bertambah hingga 360 ribu hektare dalam dua dekade ke depan.
Direktur Departemen Lingkungan Perkotaan, Maurício Guerra, menekankan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak suhu ekstrem di kota-kota besar.
“Perluasan ruang hijau menjadi salah satu cara paling efektif untuk menekan panas ekstrem sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” jelasnya.
Rencana ini juga mewajibkan seluruh negara bagian dan pemerintah kota di Brasil untuk memiliki instrumen perencanaan penghijauan perkotaan pada tahun 2045. Implementasi program akan berlangsung dalam siklus 20 tahun dengan evaluasi setiap lima tahun guna memastikan pencapaian target.
Selain meningkatkan kualitas lingkungan, program ini diharapkan mampu memperbaiki sistem pengelolaan air hujan, mengurangi risiko banjir, serta mendukung pembangunan kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh.
Kebijakan ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya dalam menciptakan kota yang inklusif, aman, dan berketahanan terhadap perubahan iklim.
Melalui implementasi PlanAU, pemerintah Brasil berupaya menjadikan penghijauan kota sebagai solusi berbasis alam untuk menjawab tantangan urbanisasi dan krisis iklim yang semakin meningkat.
***



