Minggu, 5 Februari 2023

Menko Marvest Dukung Pembangunan Museum Kavaleri, Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru

More articles

- Advertisement -spot_img

Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI-AD berencana untuk membangun Museum Kavaleri Indonesia di Bandung.

Rencana ini pun mendapat dukungan dari menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marvest) Luhut B. Panjaitan.

Demikian dinyatakan oleh Menko Luhut yang didampingi Menko Kemaritiman 2014 – 2015, Indroyono Soesilo saat menerima Komandan Pussenkav, Mayjen Yanuar Adil dan Direktur Pembinaan Kesenjataan Pussenkav, Brigjen Agus Erwan, Rabu 4 Januari 2023.

Menko Luhut berharap bahwa Museum ini akan menjadi destinasi wisata baru yang menarik di kota Bandung, sehingga perlu berpenampilan modern namun akrab dengan masyarakat.

Pada pertemuan itu, Mayjen Yanuar Adil menjelaskan bahwa Museum Kavaleri Indonesia ini akan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah militer di Kota Bandung.

Kota Kembang, Bandung memang memiliki syarat untuk menjadi destinasi wisata sejarah militer karena sejak jaman Pra-Kemerdekaan banyak bangunan dan instalasi militer yang kesemuanya telah menjadi bangunan cagar budaya yang perlu dilestarikan.

Museum Kavaleri Indonesia akan menempati bangunan cagar budaya di Jalan Gatot Subroto, Bandung dan direncanakan akan mengabadikan sekitar 20 tank dan panser Kavaleri TNI-AD yang kesemuanya memiliki kesejarahan Korps Lapis Baja Indonesia yang telah berusia 73 tahun ini.

Dalam sejarahnya, saat bertempur menghadapi Sekutu pada November 1945, arek-arek Suroboyo, sudah menggunakan Combat Tank Light Series (CTLS), tank Bren Carrier dan panser Marmon Herrington hasil rampasan dari tentara Jepang.

Juga saat Perang Kemerdekaan II, 1948 – 1949, Belanda menurunkan tank dan pansernya menghadapi gerilyawan TNI yang gencar mengadakan sabotase, menghancurkan jembatan dan jalur transportasi lainnya, membuat tank dan panser Belanda menurun mobilitasnya.

- Advertisement -spot_img

Latest