Selasa, 6 Desember 2022

KLHK Luncurkan SiPPEG, Perkuat Pengelolaan Gambut Berkelanjutan

More articles

- Advertisement -spot_img

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Sistem Informasi Perlindungan Pengelolaan Ekosistem Gambut (SiPPEG) yang menyediakan informasi mulai dari Indeks Kualitas Ekosistem Gambut hingga data detil Tinggi Muka Air Tanah (TMAT).

Adanya SiPPEG diharapkan bisa mendukung upaya untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan gambut demi mencapai komitmen penurunan emisi karbon untuk mencegah perubahan iklim.

SiPPEG diluncurkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir, Rabu, 16 November 2022.

“SiPPEG akan mendukung center of excellence pengelolaan gambut berbasis bentang alam dan memberi banyak manfaat pada upaya global untuk perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut,” kata Alue.

SiPPEG dirancang untuk menyediakan informasi dan data secara transparan dan akuntabel yang bisa diakses oleh publik. Wamen Alue berharap, adanya SiPPEG bisa menjadi platform untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan gambut. Termasuk oleh Negara-negara lain pemilik gambut tropis seperti Republik Kongo, Brazil maupun negara pemilik gambut tempered atau boreal.

Wamen mengataan, semakin banyak yang terlibat akan semakin luas juga informasi yang bisa dimanfaatkan bersama demi kebaikan pengelolaan ekosistem gambut.

Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut KLHK SPM Budisusanti mengatakan perlunya keterlibatan multi pihak dalam pengelolaan gambut karena banyaknya aktivitas dan pemanfaatan yang dilakukan pada sebuah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

“Kolaborasi semua pihak menjadi keniscayaan untuk pengelolaan ekosistem gambut,” kata Budisusanti.

Indonesia memiliki 24,2 juta hektare lahan gambut yang terbagi dalam 865 KHG. KLHK berharap center of excellence dalam pengelolaan gambut berbasis bentang alam bisa terbangun dengan melibatkan seluruh stakeholder termasuk sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat.

- Advertisement -spot_img

Latest