Minggu, 5 Februari 2023

Kiprah Geologiwan di Nusantara yang Menginspirasi

More articles

- Advertisement -spot_img

Potensi kekayaan mineral, minyak dan gas bumi di Bumi Nusantara meneguhkan Pemerintah Indonesia untuk segera membentuk Jurusan Geologi di Universiteit Indonesia, di Bandung pada tahun 1950.  

Para ahli geologi Belanda yang tetap tinggal di Indonesia pasca perang kemerdekaan RI, direkrut untuk membuka pendidikan tinggi geologi ini, dipimpin Prof. Dr. Theodorus Henricus Franciscus Klompe.  Mulai saat itulah para ahli geologi Indonesia dididik di dalam negeri dan memunculkan nama-nama J.A.Katili, MT Zen, Sartono, RP Koesoemadinata, Rubini Soeriaatmadja, Soejono Martodjojo, Sampoerno dan lain lain.  

Booming industri mineral, dan migas di tanah air, pada dekade 1970-an hingga 1980-an, meningkatkan kegiatan eksplorasi geologi di seluruh Indonesia dan ini membutuhkan banyak ahli geologi.  

Jurusan Teknik Geologi ITB, yang semula bernaung dibawah Universiteit Indonesia, hanya mampu meluluskan belasan insinyur geologi saja pertahunnya.  

Pada tahun 1973, ada 57 mahasiswa baru jurusan Geologi ITB dan ternyata mereka sudah direkrut oleh perusahaan-perusahaan mineral dan migas sejak awal.  Usai mereka menyelesaikan pendidikan pada 1978, langsung habis terserap oleh industri mineral dan migas dalam negeri, apalagi, kala itu, ada program Indonesianisasi.  

Pada dekade 1990-an kegiatan eksplorasi geologi semakin mengarah ke laut dengan kehadiran kapal-kapal riset modern Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).  Lapangan-lapangan migas lepas pantai mulai banyak ditemukan.

Setelah hampir 50 tahun saat pertama kali menjejakkan kaki mereka di Kampus ITB, maka pada 29 Oktober 2022, para ex mahasiswa geologi ITB Angkatan 1973 kembali ke Kampus Ganesha – Bandung.  Mereka telah mengabdi hampir lima dekade di berbagai bidang, menghasilkan karya-karya nyata, untuk Nusa dan Bangsa.  

- Advertisement -spot_img

Latest