Selasa, 6 Desember 2022

Kiprah Geologiwan di Nusantara yang Menginspirasi

More articles

- Advertisement -spot_img

Tahun 1936, begitu sampai di puncak pegunungan Jayawijaya – Papua, geologiwan Belanda, Jean Jacques Dozy, takjub alang kepalang melihat bukit batuan keras berwarna hijau-kehitaman mencuat diantara lapisan salju abadi.  

Bukit didekati, ternyata bukit itu dibentuk dari mineral Kalkopirit (CuFeS2).  Ia menamakannya Ertsberg atau “gunung bijih”.  

Disitu, ditemukan banyak logam tembaganya (Cu) dan logam tembaga tadi bercampur dengan unsur emas (Au), perak (Ag) dan Seng (Zn).  Itulah yang sekarang dikenal sebagai tambang Tembaga Pura, yang merupakan tambang emas terbesar di Dunia.

Ada lagi, Reinout Willem van Bemmelen, seorang geologiwan Belanda kelahiran Jakarta,1904, namun menyelesaikan Doktor-nya di Universitas Delft.  

Semangatnya mengadakan survey dan riset geologi di Bumi Nusantara menghasilkan buku klasik The Geology of Indonesia pada tahun 1949, yang menjadi rujukan seluruh geologiwan Dunia.  

Sedang Arie Frederik Lasut, pemuda pintar kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara 6 Juli 1918, pada 1939 ia melanjutkan kuliah di Techniche Hoogeschool te Bandoeng (THS), yang sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Sayang, karena berkecamuknya perang dan penjajahan Jepang, ia putus kuliah, walaupun sempat membentuk Djawatan Geologi di Bandung.  

Begitu Indonesia merdeka, AF Lasut bergabung dengan pasukan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) di Yogyakarta. Ia berhasil menyelamatkan hampir seluruh dokumen dan peta geologi tentang Indonesia, untuk ia sembunyikan di Yogyakarta.  

Belanda terus mengincar AF Lasut agar menyerahkan dokumen-dokumen penting geologi Indonesia tadi.  Ia menolak. Pada 7 Mei 1949 Belanda menahan AF Lasut dan ia gugur ditembak mati di Pakem, Yogyakarta.  

Dokumen-dokumen geologi Indonesia tetap terselamatkan dan tidak jatuh ke tangan Belanda. Presiden Soeharto, pada 20 Mei 1969, melalui Keppres No.012/TK/Th.1969, menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Arie Frederik Lasut.  Ia adalah Bapak Geologi dan Pertambangan Indonesia.

- Advertisement -spot_img

Latest