Selasa, 6 Desember 2022

FAO: Konsumsi Kayu Diperkirakan Capai 3,1 Miliar M3 pada Tahun 2030, Produk Kayu Modern Bisa Picu Pertumbuhan

More articles

- Advertisement -spot_img

Konsumsi produk kayu olahan primer (kayu gergajian, veneer/kayu lapis, papan partikel/fibreboard dan pulp kayu) diperkirakan tumbuh 37 persen mencapai 3,1 miliar m3 setara kayu bulat pada tahun 2050.

Peningkatan konsumsi akan setidaknya 8 persen lebih tinggi dalam skenario bioekonomi ketika dua produk kayu modern (enginereed wood dan serat selulosa) dipertimbangkan menggantikan bahan yang tidak terbarukan.

Bahkan dalam skenario transisi yang lebih cepat menuju bioekonomi, peningkatan konsumsi produk kayu primer dapat mencapai 23 persen lebih tinggi daripada skenario business-as-usual.

Demikian terungkap dalam laporan bertauk The global forest sector outlook 2050: Assessing future demand and sources of timber for a sustainable economy yang dirilis Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), 4 Oktober 2022.

Laporan tersebut diproduksi bersama oleh FAO, International Tropical Timber Organization (ITTO) dan konsultan Unique land use GmbH. Laporan tersebut diluncurkan pada 26th Session of the Committee on Forestry FAO  dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12 dan 15.

Laporan ini menggabungkan hasil dari prospek jangka panjang untuk sektor kehutanan hingga tahun 2050 dengan penilaian permintaan kayu dalam lingkungan ekonomi yang berkelanjutan.

“Sektor kehutanan sangat penting untuk ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. Memastikan keberlanjutan sektor kehutanan akan membutuhkan inovasi dan investasi, tetapi juga koherensi kebijakan,” kata Ewald Rametsteiner, Wakil Direktur Divisi Kehutanan FAO dikutip dari situs FAO.

Terbarukan dan Ramah Iklim

Laporan itu menjelaskan bahwa kayu dapat diperbarui, dapat didaur ulang, ramah iklim, dan serbaguna, serta semakin sering digunakan untuk menggantikan bahan yang tidak dapat diperbarui.

Kayu adalah material penting untuk mengatasi ancaman global terhadap iklim, keanekaragaman hayati dan lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan berlebihan bahan tak terbarukan.

- Advertisement -spot_img

Latest