Minggu, 5 Februari 2023

Kinerja Ekspor Kayu Masih Bagus, Situasi Ekonomi China Mesti Diwaspadai

More articles

- Advertisement -spot_img

Penurunan ekonomi China coba direspons pemerintah dengan melakukan diversifikasi pasar di dunia, sehingga tidak hanya bergantung pada satu negara saja.

“Risiko yang harus kita pantau, salah satunya pertumbuhan ekonomi China itu terkoreksi cukup dalam. Ini kita punya hubungan ekonomi yang cukup intens dengan China,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu kepada pers, Senin 8 Agustus 2022.

Adapun, sepanjang semester I 2022, nilai ekspor Indonesia ke China tercatat sebesar 28,94 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara 20,5% dari total nilai ekspor Indonesia.

Pangsa ekspor China tersebut jauh di atas Amerika Serikat dan Jepang masing-masing di urutan kedua dan ketiga yang masing-masing 10,5% dan 8,4%.

Pada produk-produk kayu, China juga menjadi pasar utama di atas Jepang dan AS.

Febrio mengatakan agar tidak terpapar dampak dari melemahnya perekonomian China, pemerintah  akan menjaga ketahanan ekonomi internal, dengan melakukan diversifikasi aktivitas ekspor dan investasi.

“Kita melakukan diversifikasi dari aktivitas ekonomi, sehingga tidak hanya tergantung pada China dan ini sudah mulai terjadi misal ekspor kita belakangan ini selain ke China kita juga perkuat ke India dan beberapa negara-negara lainnya,” jelasnya.

Febrio menambahkan, belakangan ini Indonesia mulai memperkuat ekspor ke negara lain di Asia, seperti India. Dia menyebut nilai ekspor Indonesia ke India sepanjang semester I tahun ini sebesar 11,4 miliar dolar AS.

Nilai tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,6 miliar dolar AS dan tahun 2020 sebesar 4,7 miliar dolar AS. Realisasi tersebut juga sudah melampaui realisasi 2019 sebesar 5,8 miliar dolar AS.

- Advertisement -spot_img

Latest