Selasa, 6 Desember 2022

Kinerja Ekspor Kayu Masih Bagus, Situasi Ekonomi China Mesti Diwaspadai

More articles

- Advertisement -spot_img

Semester pertama tahun 2022 cukup cerah bagi sektor kehutanan. Kinerja di hulu dan hilir pemanfaatan dan pengolahan kayu stabil dan cenderung meningkat.

Meski demikian, penurunan ekspor untuk tujuan China perlu diantisipasi mengingat Negeri Tirai Bambu adalah salah satu pasar terbesar bagi produk kayu Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) per 8 Agustus 2022, produksi kayu bulat sepanjang semester pertama tahun 2022 (Januari-Juli) menunjukkan angka yang cukup stabil.

Produksi kayu dari hutan alam tercatat sebesar 2,77 juta m3 turun tipis 2,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,85 juta m3.

Untuk kayu dari hutan tanaman, produksi tercatat sebesar 24,9 juta m3 turun tipis 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar 26,3 juta m3.

Sementara untuk produksi kayu dari Perum Perhutani (Jawa-Madura) tercatat sebesar 579.265 m3 naik 3,5% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 559.924 m3.

Sementara di hilir, ekspor secara umum mengalami peningkatan. Ekspor produk kayu pada semester pertama tahun ini mencapai 8,35 miliar dolar AS naik sebesar 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar 7,4 miliar dolar AS.

JIka dibandingkan dengan total ekspor pada tahun 2021 yang sebesar 13,57 miliar dolar AS, berarti catatan ekspor produk kayu hingga semester I tahun ini sudah sebesar 61,6%.

Tiga produk kayu yang mencatat ekspor terbesar pada semester ini adalah kertas, bubur kayu (pulp), dan panel kayu dengan nilai secara berturut-turut 2,43 miliar dolar AS, 1,94 miliar dolar AS, dan 1,91 miliar dolar AS.

- Advertisement -spot_img

Latest