Minggu, 5 Februari 2023

Mangrove Indonesia untuk Dunia

More articles

- Advertisement -spot_img

 Ketua Kelompok Pelestari Sumber Daya Alam Wana Lestari, Munasir, menceritakan sejak adanya mangrove, kondisi ekologi dan ekonomi masyarakat berubah. Bukan hanya mampu menekan abrasi dan gelombang pasang ekstrim akibat perubahan iklim. Tapi juga menghidupkan ekonomi warga melalui ekowisata dan penjualan aneka makanan laut. Biota laut seperti kepiting, udang, dan ikan semakin banyak.

 ’’Kita bisa menangkap Udang Jari 2-3 kilo per hari. Per kilo Rp35 ribu. Udang Peci pas waktu kemasukan sehari 20 kilo. Tapi kalau normal 4 kilo sehari. Per kilo Rp40 ribu ukuran sedang, kalau yang besar Rp60 ribu,’’ ungkap Munasir.

Di Pulau Cemara yang memiliki panjang 6.000 meter dan lebar  200 meter ini memang berdiri banyak rumah makan. Pengelolanya warga desa setempat. Ada banyak kuliner unggulan yang tidak tersedia di tempat lain. Ada Sate Tiram, Urap Anglur, kerang, Ingser, Kundul (semacam ekstraksi dari tetes rebon sebagai bahan pembuatan terasi), dan Ikan Etong yang rasanya seperti ayam. Di pantai sangat  mudah dijumpai tiram,  ingser,  bukur,  kerang, dan kijing.  Pengunjung bebas mencari di sekitar pantai. Ini bisa menjadi atraksi tersendiri. Makanan khas Pulau Cemara ini sangat menggugah selera. 

 Bukan hanya aneka makanan memanjakan lidah. Di pulau eksotik dengan dua sisi pantai berbeda ini juga dilengkapi sarana dan prasarana memadai. Ada fasilitas panggung hiburan untuk kegiatan seperti pentas musik,  senam,  dan teater. Panggung ini sudah sering digunakan untuk lomba karaoke, organ tunggal, dan fashion show. Ada pula camping ground, fasilitas yang disiapkan untuk berkemah. Tempatnya nyaman, bagus, dan sudah disediakan tenda. Banyak digunakan anak-anak pramuka, OSIS, dan Mapala. 

- Advertisement -spot_img

Latest